Aku tak tahu mengapa aku merasa agak melankoli malam ini
Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas Jakarta dengan warna warna baru
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan
semuanya terasa mesra, tapi kosong
Seolah-olah aku merasa diriku yang lepas
dan bayang-bayang yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan
Prasaan sayang yang amat kuat menguasaiku
Aku ingin memberikan suatu rasa cinta pada manusia
---
Akhirnya semuanya akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta
Hari pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi muram
Wajah wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu
---
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandalawangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biavra
tapi aku ingin mati disisimu manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
Marisin sayangku,
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas, atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Makhluk kecil,
Kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu
-Soe Hok Gie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar